TIMES TORAJA, JAKARTA – Lebih dari 100 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di berbagai wilayah Thailand pada hari-hari awal libur Tahun Baru 2026. Data tersebut disampaikan oleh Pusat Komando Keselamatan Jalan Thailand pada Jumat (2/1/2026), yang mencatat lonjakan signifikan insiden kecelakaan sejak dimulainya masa liburan akhir tahun.
Otoritas setempat menyebutkan bahwa dua faktor utama penyebab tingginya angka kecelakaan adalah mengemudi dalam kondisi mabuk serta pelanggaran batas kecepatan. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial resmi, badan keselamatan jalan Thailand menegaskan bahwa kombinasi alkohol dan kecepatan tinggi masih menjadi masalah klasik yang terus berulang setiap musim liburan.
Media lokal Thailand, Khaosod, mengutip keterangan kepolisian melaporkan sebuah kecelakaan yang melibatkan wisatawan asing. Pada 1 Januari, dua warga negara Rusia yang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan di salah satu wilayah wisata. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.
Untuk menekan angka kecelakaan, pemerintah Thailand kembali menggulirkan kampanye keselamatan bertajuk Seven Dangerous Days yang berlangsung sejak 30 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Program ini mencakup peningkatan patroli, pemeriksaan alkohol, serta penegakan hukum lalu lintas yang lebih ketat.
Berdasarkan data pemerintah, pengendara sepeda motor menjadi kelompok paling rentan mengalami kecelakaan fatal, terutama pada jam-jam rawan antara pukul 18.00 hingga 21.00 waktu setempat, ketika arus lalu lintas meningkat dan tingkat kewaspadaan pengendara cenderung menurun.(*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Libur Tahun Baru Berdarah di Thailand, 100 Orang Tewas dalam Lakalantas
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |