https://toraja.times.co.id/
Berita

Wakil PM China Serukan Lawan Perang Dagang: Tidak Ada Pemenang, Hanya Kerugian Bersama

Rabu, 21 Januari 2026 - 06:05
China Tegaskan Dukung Penuh Perdagangan Bebas di Forum Ekonomi Davos Wakil Perdana Menteri China He Lifeng saat menghadiri upacara pembukaan Pameran Rantai Pasokan Internasional Tiongkok ketiga dan menyampaikan pidato di Beijing, China (16/7/2025). (FOTO: ANTARA/Xinhua/Gao Jie/aa)

TIMES TORAJA, JAKARTAChina kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh perdagangan bebas dan sistem multilateral di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Selasa (20/1/2026).

He Lifeng menyoroti bahwa perang tarif dan perdagangan yang terjadi sejak tahun lalu telah menyebabkan guncangan signifikan bagi ekonomi dunia. “Sejak tahun lalu, perang tarif dan perdagangan telah menimbulkan guncangan signifikan pada ekonomi dunia dan menimbulkan tantangan serius bagi multilateralisme dan perdagangan bebas,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa China tetap berpegang teguh pada prinsip kerja sama internasional dan sistem perdagangan terbuka. “China tetap teguh dalam mendukung multilateralisme dan perdagangan bebas,” tegas He. “Kita harus dengan tegas mendukung perdagangan bebas dan bersama-sama mempromosikan globalisasi ekonomi yang bermanfaat bagi semua dan inklusif.”

Wakil PM China itu mengakui bahwa globalisasi ekonomi tidak sempurna dan dapat menimbulkan sejumlah masalah, tetapi menolak solusi dengan kembali ke isolasi. “Pendekatan yang tepat seharusnya, dan hanya bisa, adalah menemukan solusi bersama melalui dialog dan mengarahkan globalisasi ekonomi ke arah yang benar,” jelasnya.

Mengenai hubungan perdagangan China-AS, He Lifeng menekankan bahwa kedua negara akan sama-sama diuntungkan dari kerja sama dan dirugikan oleh konfrontasi. “Kedua pihak akan memperoleh keuntungan dari kerja sama dan mengalami kerugian dari konfrontasi,” ujarnya. “Mereka harus saling membantu untuk sukses dan makmur bersama.”

China dan AS merupakan dua ekonomi terbesar dunia, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai ratusan miliar dolar setiap tahun. Kedua negara sempat terlibat perang tarif pada 2025, namun berhasil mencapai kesepakatan perdagangan setelah serangkaian pembicaraan.

He Lifeng juga menyampaikan bahwa perbedaan sistem sosial, tahap pembangunan, sejarah, dan budaya adalah hal wajar dalam hubungan internasional. “Kuncinya adalah menjunjung tinggi semangat kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan, membangun kepercayaan melalui dialog, dan menyelesaikan perselisihan melalui konsultasi,” pungkasnya.

Pewarta : Antara
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Toraja just now

Welcome to TIMES Toraja

TIMES Toraja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.